Ziarah Kubur Bersama Jamaah Baitul Hasanah

Ziarah Kubur Bersama Jamaah Baitul Hasanah

Di Desa Candimulyo, masyarakat kebanyakan melakukan ziarah kubur saat bulan Ramadan atau Idul Fitri. Padahal, ziarah kubur dapat dilaksanakan kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Tetapi, meski sudah jadi kebiasaan di Indonesia, hukum ziarah kubur bukan ibadah yang bersifat wajib dan tidak berdosa jika tidak melakukannya. Sebelum dan sesudah lebaran seperti biasanya kita bersama-sama ziarah kubur, pada kesempatan kali ini bersama jamaah baitul hasanah dusun Madukoro.

Ustadz Munas Samsul Ma’arif menyampaikan,
قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ : نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا
Artinya : Rasulallah s.a.w bersabda: Dahulu aku telah melarang kalian berziarah ke kubur. Namun sekarang, berziarahlah kalian ke sana. (H.R. Muslim)

وَفِى رِوَايَةٍ أُخْرَى : زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ اُمِّهِ, فَبَكَي وَاَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ (اَخْرَجَهُ مُسْلِمْ وَاْلحَكِيْم
Artinya : Dalam riwayat yang lain dari Abu Hurairah bahwa : Nabi shallallahu alaihi wasallam ziarah ke makam ibunya kemudian menangis lalu menangislah orang-orang sekitarnya. (H.R. Muslim [hadits ke 2256], dan al-Hakim [hadits ke 1390]).

Lebih lanjut, istri Ustadz Munas Samsul Ma’arif, ustadzah Ngaisah, selaku koordinator ziarah kubur menambahkan “semoga dengan ziarah kubur ini mampu menasehati diri dan mengingatkan diri sendiri akan kematian sehingga ujungnya mampu mempertebal ketaqwaan kita kepada Alloh. Hidup ini sebatas ujian, ingatlah kematian dan ingatkanlah diri ini apakah bekal ini sudah cukup jika kita telah berada di liang itu”
Candimulyo, 17 juni 2018

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.

WhatsApp chat